Desa Mandiri Pangan

             Perwujudan  Ketahanan Pangan di Kabupaten Karangasem merupakan   bagian dan tanggung jawab yang harus diselesaikan bersama oleh seluruh komponen Pemerintah dan masyarakat . 

Undang-undang N0.18 Tahun 2012 tentang Pangan mengartikan Ketahanan Pangan adalah kondisi ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman , merata dan terjangkau. 

            Upaya Pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan, yang menyatakan bahwa penyediaan pangan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan rumah tangga dari waktu-kewaktu. Pada hakekatnya PP tersebut secara operasional merupakan pemberdayaan masyarakat, untuk berperan aktif dalam mewujudkan aspek penyediaan, distribusi dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan kelembagaan social ekonomi yang telah ada dan dapat dikembangkan di tingkat pedesaan dengan focus utamanya adalah rumah tangga pedesaan.

             Kerawanan  pangan dan kemiskinan hingga kini masih menjadi masalah utama di Indonesia. Begitu pula di Provinsi Bali. Di Kabupaten Karangasem pangan mempunyai korelasi positif dan erat kaitannya dengan kemiskinan, walau jumlah Penduduk miskin dari tahun ketahun telah berhasil di tekan tetapi kwantitasnya masih cukup tinggi bahkan paling tinggi di Bali.

Berdasarkan data statistik tahun 2014 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Karangasem yang menerima raskin adalah 24.063 RTM (Rumah Tangga Miskin)

           Berdasarkan uraian diatas fokus pembangunan ketahanan pangan tahun 2015 di Kabupaten Karangasem diarahkan pada penanganan masalah kerawanan pangan dan kemiskinan melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan kegiatan: Pengembangan Desa Mandiri Pangan, Diversifikasi Pangan dan Penanganan Daerah Rawan Pangan.  

Melalui  Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan ketahanan Pangan dan Gizi, sehingga dapat menjalani hidup sehat dan produktif dari hari kehari secara berkelanjutan.

           Upaya tersebut dilaksanakan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan peluang yang ada serta mampu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumberdaya alam secara efesien dan berkelanjutan guna terwujudnya kemandirian pangan.

         Penyusunan laporan pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Penanganan Daerah Rawan Pangan Kabupaten Karangasem Tahun 2014 bertujuan untuk menggambarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan.

 

 

Bagikan: Share on Google+ Cetak: